Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dihadirkan sebuah inisiatif kolaboratif untuk memperkenalkan kembali ragam aksara tradisional Indonesia melalui pendekatan yang inklusif dan humanis, salah satunya melalui “Papan Petisi Aksara Nusantara”.
Revitalisasi Aksara Nusantara diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga kesinambungan budaya—menghubungkan warisan masa lalu, relevansi masa kini, serta masa depan generasi Indonesia.
pelestarian Aksara Nusantara
Alih Aksarakan disini
DISCLAIMER
Website ini menggunakan metode transliterasi fonetik atau alih aksara berbasis bunyi, sebuah proses mengubah atau menyalin teks dari satu sistem penulisan (alfabet/aksara) ke sistem penulisan lain berdasarkan kemiripan bunyi (fonetik), sehingga penyalinan kata dari satu sistem abjad ke sistem abjad lain (misalnya Latin ke Jawa) dengan mengutamakan pengucapan atau pelafalan yang sama. Metode ini bertujuan memudahkan pengguna yang tidak menguasai bahasa asli aksara. Kami tidak menggunakan transliterasi murni yang bersifat huruf-demi-huruf (grafem-ke-grafem), sedangkan transliterasi berbasis bunyi mengutamakan fonem (bunyi). Sehingga akan terjadi kemungkinan sedikit perbedaan dengan penggunaan pada bahasa asli dari sistem aksaranya.